KOMPUTER GENERASI I
• Menggunakan tabung hampa udara (vacuum tube)
• Program hanya dapat dibuat dengan bahasa mesin.
• Berukuran fisik sangat besar
• Menggunakan konsep stored-program dengan memori
utamanya adalah magnetic core storage.
• Menggunakan simpanan luar magnetic tape dan magnetic
disk.
• Cepat panas, sehingga memerlukan pendingin.
• Prosesnya kurang cepat.
• Membutuhkan daya listrik yang besar.
• Orientasi utama untuk aplikasi bisnis.
KOMPUTER GENERASI II
• Pada tahun 1948, penemuan transistor sangat
mempengaruhi perkembangan komputer. Transistor
menggantikan tabung hampa udara di televisi, radio,
dan komputer. Akibatnya, ukuran mesin-mesin
elektrik berkurang drastis.
• Transistor mulai digunakan di dalam komputer mulai
pada tahun 1956. Penemuan lain yang berupa
pengembangan memori inti-magnetik membantu
pengembangan komputer generasi kedua yang lebih
kecil, lebih cepat, lebih dapat diandalkan, dan lebih
hemat energi dibanding para pendahulunya.
Menggantikan bahasa mesin dengan bahasa assembly. Bahasa
assembly adalah bahasa yang menggunakan singkatan-singkatan
untuk menggantikan kode biner.
• Komputer-komputer generasi kedua ini merupakan komputer yang
sepenuhnya menggunakan transistor untuk sirkuitnya,
dikembangkan di Bell Laboratories oleh John Bardeen, William
Shockley dan Walter Brattain pada tahun 1947.
• Beberapa bahasa pemrograman tingkat tinggi mulai bermunculan,
seperti Common Business-Oriented Language (COBOL), Formula
Translator (FORTRAN), Algorithmic Language (ALGOL).
• Kapasitas memori utama sudah cukup besar (magnetic core
storage) sampai puluhan ribu karakter.
• Simpanan luar magnetic tape dan magnetic disk yang berbentuk
removable disk atau disk pack.Mampu memproses secara real-time (karena simpanan
luar yang bersifat direct access) dan time-sharing.
• Ukuran fisik lebih kecil dibanding pendahulunya.
• Proses operasi sudah cepat, sampai jutaan
operasi/detik.
• Daya listrik lebih sedikit.
• Tidak hanya berorientasi pada aplikasi bisnis, tetapi
sudah pada aplikasi teknik.
KOMPUTER GENERASI III
• Transistor menghasilkan panas yang cukup besar, berpotensi
merusak bagian-bagian internal komputer.
• Jack Kilby, seorang insinyur di Texas Instruments, mengembangkan
sirkuit terintegrasi (IC, integrated circuit) di tahun 1958.
• IC mengkombinasikan tiga komponen elektronik dalam sebuah
piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa.
• Para ilmuwan kemudian berhasil memasukkan lebih banyak
komponen ke dalam suatu chip tunggal yang disebut
semikonduktor.
• Penggunaan sistem operasi (operating system) yang memungkinkan
mesin untuk menjalankan berbagai program yang berbeda secara
serentak (multiprogramming) dan dapat memproses sejumlah data
dari sumber-sumber berbeda pada waktu bersamaan
(multiprocessing)
Lebih cepat dan lebih tepat. Kecepatannya hampir
10000 kali dari komputer generasi pertama, dengan
ukuran microseconds bahkan nanoseconds.
• Kapasitas memori lebih besar, sampai ratusan ribu
karakter.
• Simpanan luar yang bersifat random access.
• Listrik yang lebih hemat.
• Alat-alat input output menggunakan visual display
terminal (menampilkan gambar dan grafik), dapat
menerima dan mengeluarkan suara, penggunaan alat
pembaca tinta magnetik.
Harga yang semakin murah.
• Mampu melakukan komunikasi data dari satu komputer
dengan komputer lain, lewat komunikasi telepon.
KOMPUTER GENERASI IV
• Setelah IC, tujuan pengembangan menjadi lebih jelas:
mengecilkan ukuran sirkuit dan komponen-komponen
elektrik.
• Large Scale Integration (LSI) dapat memuat ratusan komponen
dalam sebuah chip.
• Pada tahun 1980-an, Very Large Scale Integration (VLSI)
memuat ribuan komponen dalam sebuah chip tunggal.
• Ultra-Large Scale Integration (ULSI) meningkatkan jumlah
tersebut menjadi jutaan. Kemampuan untuk memasang
sedemikian banyak komponen dalam suatu keping yang
berukuran setengah keping uang logam mendorong turunnya
harga dan ukuran komputer.
• Menggunakan tabung hampa udara (vacuum tube)
• Program hanya dapat dibuat dengan bahasa mesin.
• Berukuran fisik sangat besar
• Menggunakan konsep stored-program dengan memori
utamanya adalah magnetic core storage.
• Menggunakan simpanan luar magnetic tape dan magnetic
disk.
• Cepat panas, sehingga memerlukan pendingin.
• Prosesnya kurang cepat.
• Membutuhkan daya listrik yang besar.
• Orientasi utama untuk aplikasi bisnis.
KOMPUTER GENERASI II
• Pada tahun 1948, penemuan transistor sangat
mempengaruhi perkembangan komputer. Transistor
menggantikan tabung hampa udara di televisi, radio,
dan komputer. Akibatnya, ukuran mesin-mesin
elektrik berkurang drastis.
• Transistor mulai digunakan di dalam komputer mulai
pada tahun 1956. Penemuan lain yang berupa
pengembangan memori inti-magnetik membantu
pengembangan komputer generasi kedua yang lebih
kecil, lebih cepat, lebih dapat diandalkan, dan lebih
hemat energi dibanding para pendahulunya.
Menggantikan bahasa mesin dengan bahasa assembly. Bahasa
assembly adalah bahasa yang menggunakan singkatan-singkatan
untuk menggantikan kode biner.
• Komputer-komputer generasi kedua ini merupakan komputer yang
sepenuhnya menggunakan transistor untuk sirkuitnya,
dikembangkan di Bell Laboratories oleh John Bardeen, William
Shockley dan Walter Brattain pada tahun 1947.
• Beberapa bahasa pemrograman tingkat tinggi mulai bermunculan,
seperti Common Business-Oriented Language (COBOL), Formula
Translator (FORTRAN), Algorithmic Language (ALGOL).
• Kapasitas memori utama sudah cukup besar (magnetic core
storage) sampai puluhan ribu karakter.
• Simpanan luar magnetic tape dan magnetic disk yang berbentuk
removable disk atau disk pack.Mampu memproses secara real-time (karena simpanan
luar yang bersifat direct access) dan time-sharing.
• Ukuran fisik lebih kecil dibanding pendahulunya.
• Proses operasi sudah cepat, sampai jutaan
operasi/detik.
• Daya listrik lebih sedikit.
• Tidak hanya berorientasi pada aplikasi bisnis, tetapi
sudah pada aplikasi teknik.
KOMPUTER GENERASI III
• Transistor menghasilkan panas yang cukup besar, berpotensi
merusak bagian-bagian internal komputer.
• Jack Kilby, seorang insinyur di Texas Instruments, mengembangkan
sirkuit terintegrasi (IC, integrated circuit) di tahun 1958.
• IC mengkombinasikan tiga komponen elektronik dalam sebuah
piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa.
• Para ilmuwan kemudian berhasil memasukkan lebih banyak
komponen ke dalam suatu chip tunggal yang disebut
semikonduktor.
• Penggunaan sistem operasi (operating system) yang memungkinkan
mesin untuk menjalankan berbagai program yang berbeda secara
serentak (multiprogramming) dan dapat memproses sejumlah data
dari sumber-sumber berbeda pada waktu bersamaan
(multiprocessing)
Lebih cepat dan lebih tepat. Kecepatannya hampir
10000 kali dari komputer generasi pertama, dengan
ukuran microseconds bahkan nanoseconds.
• Kapasitas memori lebih besar, sampai ratusan ribu
karakter.
• Simpanan luar yang bersifat random access.
• Listrik yang lebih hemat.
• Alat-alat input output menggunakan visual display
terminal (menampilkan gambar dan grafik), dapat
menerima dan mengeluarkan suara, penggunaan alat
pembaca tinta magnetik.
Harga yang semakin murah.
• Mampu melakukan komunikasi data dari satu komputer
dengan komputer lain, lewat komunikasi telepon.
KOMPUTER GENERASI IV
• Setelah IC, tujuan pengembangan menjadi lebih jelas:
mengecilkan ukuran sirkuit dan komponen-komponen
elektrik.
• Large Scale Integration (LSI) dapat memuat ratusan komponen
dalam sebuah chip.
• Pada tahun 1980-an, Very Large Scale Integration (VLSI)
memuat ribuan komponen dalam sebuah chip tunggal.
• Ultra-Large Scale Integration (ULSI) meningkatkan jumlah
tersebut menjadi jutaan. Kemampuan untuk memasang
sedemikian banyak komponen dalam suatu keping yang
berukuran setengah keping uang logam mendorong turunnya
harga dan ukuran komputer.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar